Gethuk Adict

April 13th, 2008 by rougesanti

Heran dueh!

Akhir-akhir ini kayaknya lagi Gethuk Hunter. Palagi kalo wis ciak Getuk barat Purawisata, ngilerrrrrrrrrrr.
Duh, enak banget membayangkan gethuk di saat hujan, dingin, sambil minum kopi di atas lincak. Yang laen lewat dah!
Besok dan besoknya lagi, semoga bisa makan gethuk! apalagi gethuk barat Purawisata
Endang dan mak Nyus!

Emboh

April 3rd, 2008 by rougesanti

Kayaknya musim hujan mo berakhir…
Aku jadi penikmat semilir angin pagi hari.
Aku kini menjadi milik pagi, bahkan saat matahari belum bangun dari mimpi
Homesickku menjadi-jadi. Tapi terjegal dengan sebuah ilustrasi tentang kemasgulan.
Duh! sepertinya sangat kontras saat diri merasakan sejuk di dini hari.

Masih seperti kemaren-kemaren
Pikiranku meloncat-loncat gak karuan. Mungkin karena terkontiminasi kafein yang selalu kuteguk. Emboh!
Saat mata merem, dingin pagi justru membuat hatiku hangat.
Bermain dan mengembara pada sebuah idelisme yang beranak pinak tak terkendali.

Tiba-tiba aku kangen seseorang, tiba-tiba juga perasaan itu sirna.
Tiba-tiba kepengen pergi ke sebuah tempat bernama masa lalu, tiba-tiba juga aku tidak sabar meraih masa depanku.
Emboh…

Yang pasti, aku selalu ingat, saat kulitku merasakan dingin pagi hari
Aku kangen angin di rumah
Kangen pagi di rumah
Kangen semilir di rumah
Kangen masa kecil saat aku mengenakan piyama donal bebekku
Kangen simbah
Kangen sawah
Kangen saat kepalaku belum sibuk dengan banyak keinginan
Kangen saat aku belum mengerti arti memberontak
Kangen saat aku belum merasakan ketidaksabaran
Kangen segala hal tentang nyanyian baru dari ajaran seorang ibu
Kangen melihat bintang saat atap rumahku entah kemana

————————————————————————————————-

Bukan sebuah Sentimental

Gak terasa kini aku menjadi seorang ibu.
Padahal sepertinya baru kemarin saja aku berhenti menyusu
Kangen ibuku
Dan aku mungin ‘bocah’ paling miskin tentang ingatan tentang ibu
Tidak lebih dari hitungan 10
Ingatanku yang masih tersisa di kepala tentang wanita yang melahirkan aku hanya :

1. Saat ibuku minggat dari rumah, kukejar di pinggir kali. Dari bibirnya selalu terngiang " ibu akan kembali saat kamu jadi pengantin! " dan kenyataannya beliau tidak pernah datang di saat aku merayakan hariku

2. Saat kami berbaring berdua, atap rumah kami belum jadi. Kami tidur beratap langit dan bintang. Dinding yang mengitari kami hanya 2 buah lemari kuno serta tumpukan batu bata. kuingat saat itu, kutanyakan asal muasal bapak bertemu ibuku. Ibuku bercerita hingga aku terlelap. Namun kemudian aku dibangunkan, ibu mengungsikanku ke tempat saudara saat dini hari, menyempatkan membawa beberapa baju ganti. Hujan rintik saat itu ternyata!

3. Ibu mencubitku. Aku yang urakan dan paling sebal dengan baju berpayet yang berisik. Bikin gerah, lengan, leher dan punggungku tidak nyaman. Polahku terbatas. Ibu bilang aku cantik seperti cinderela dengan baju itu. Aku tidak suka dengan baju itu. Aku tidak suka menjadi seperti cinderela. Aku suka kaos oblong merahku. Kaos oblong merah yang karib dengan celana pendek olah raga yang sedikit koyak di bagian pantatnya. Sungguh, aku suka bajuku yang itu. Membuatku bebas, melompat, memanjat, berguling maupun bersalto ria. Dengan baju cinderela aku tidak bisa berlari, tidak bisa memanjat, tidak bisa melompat, tidak bisa duduk semaunya. Gerak sedikit saja membuatku panas, bergerak banyak membuatku ingin mandi. Aku harus duduk manis. Kata ibu. Tapi tidak! aku tidak betah, aku suka melompat, berlari, memanjat, menjerit dan bersalto. Ibu mencubitku berkali-kali. Sangat berkesan. Selalu terekam. Teringat selalu. Aku tidak suka menjadi anak manis. Dan ibuku yang ingin anaknya seperti cinderela hanya menghasilkan sebuah foto kenangan masa itu seperti perpaduan senyum, sakit serta pedasnya dicubit berkali-kali. Waktu itu mau ke semarang. Siksaan yang teramat karena aku harus menjadi cinderela Manhattan-Semarang-Manhattan. Syukurlah, foto wajah anehku yang seperti menyeringai separo tersenyum separo menahan tangis itu kuberikan pada Arita Panca Susana, teman SDku, 1 tahun setelah ibuku meninggal.

4. Aku dimarahi ibu. Gara-gara memenangkan kompetisi tinju dengan kaos kaki melawan sodara kembarku. Penghargaan yang tidak patut dibanggakan selain membuat sodaraku cuci muka karena kalah telak dan meninggalkan bau daki kaki di seputaran mukanya.

5. Dicubit ibu lagi.  Gara-gara  maen belom mandi dan sarapan. Aku  dan kembarku main di  tempat Handan. Maen kartu. Ibu mencari, kami sembunyi. Ketahuan dan  ibu marah-marah. Mencubit. Kami bilang kami pengen nonton Doraemon.  Ibu  bilang mandi dan sarapan dulu. Aku ngeyel. Doraemonnya nanti habis. Ibu malah marah, aku dicubit. Lalu meminta kami nonton Album Minggu dan Aneka Ria Safari di rumah saja. Kusesali waktu itu, mengapa kami tidak punya tivi berwarna.

6. Aku mungkin anak pungut. Itu kataku pada Bahriatul Ulum sobatku di kelas 5. Mengapa begitu? karena ibu semakin galak. Sering marah-marah, sementara pada sodara kembarku tidak. Ibu rewel. Suka terbaring di kursi panjang belajarku. Ibu bilang sakit. Sering juga bilang aku anak susah diatur. Meski begitu, ibu selalu membiarkan aku sembunyi di ketiaknya saat guntur menggelegar di saat hujan. Ibu meski sering mencubit tetap memberiku kepala ayam goreng sebagai lauk. Ibu masih sering bikin bihun goreng dan proll tape kesukaanku. Entah mengapa aku masih sering berfikir aku anak pungut waktu itu. Terutama saat ibu kumat galaknya.

7. Ibu memberiku uang sepuluh ribu untuk diberikan ke mbah Toyib. Gara-gara aku makan ayam gorengnya mbah Toyib satu tas kresek tanggung. Aku tidak mencuri. Ayam goreng satu tas kresek itu dibawa si Manis ke rumah. digigit ujungnya dan diseret-seret. Kubuka, ada ayam goreng yang masih hangat. Lalu kumakan, si Manis kutendang. Ternyata mbah Toyib teriak-teriak kehilangan ayam gorengnya. Bertanya pada ibuku, karena hanya ibu yang punya 11 kucing dan 6 anak yang beberapa di antaranya nakal-nakal. Lalu, ibu hanya memberiku uang sepuluh ribu untuk diberikan ke mbah Toyib sebagai ganti ayam goreng yang sudah kutelan.

8. Ibu marah lagi. Gara-gara kucolokkan jariku ke stop kontak listrik di kamar rumah sakit tempat ibuku dirawat. Sebal! Ibu bilang aku anak nakal, urakan, sembrono dan gak bisa diem.

Sepertinya itu saja kenangan yang masih tersisa tentang ibuku. Miskin sekali ya!?
Aku nggak mau anakku juga miskin kenangan dengan aku. Setidaknya, aku mau berumur panjang, bisa puas bermain bersama anakku. Aku akan mendampinginya saat dia kelak menjadi pengantin. Menjadi tempatnya  mencurahkan tentang apa saja. Menjadi tempatnya  mencari jawab lelaki mana yang ingin diterimanya menjadi pacar.
Aku mau anakku kaya tentang ingatan dan mimpi bersama ibunya…
Aku mau, menjadi ibu yang baik, yang tidak memaksakan anaknya menjadi cinderela, aku mau bisa menimang anak dari anakku, aku mau anakku mempunyai ibu untuk mendampinginya saat wisuda S1, S2 hingga S3nya kelak….
Aku mau anakku bilang ke kawan-kawannya : "Aku memiliki teman sahabat yang kupanggil ibu. Ibuku wanita yang hebat !"
Itu saja….

Tergoda….

April 1st, 2008 by rougesanti

Hehehe…

Aku ikut seneg banget liat foto si anu dan si anu. Serasi banget. Udah gitu keren.
Tapi, dibalik kekerenan mereka ato foto itu sendiri terselip semangat buatku untuk merawat diri. Ehek-ehek. Yup, aku kayaknya gusar banget dengan chasing sekarang. Pengen langsing lagi, pengen seger lagi, yang penting juga tetep semangat! Mencoba membuat diri memiliki semangat "cinta"—> SAILOR MOON kaleeee

Aku mringis…
Kupikir dua temenku memang kelihatan sekali sedang falling in love. ( Aku bergosip dengan pikiranku dewe ) Sure lah! kelihatan banget kalau mereka tampak bahagia dari kerak-kerak jiwa. ( halah! )

Hehehe…
Jadi ngiri. Pokoke jangan sampai padam semangat mencintai itu! merawat diri buat suami ( ih jadi malu ) Dan tetep menjaga keseimbangan dengan tidak mengorbankan angelku. Gizinya terpenuhi dan body tetep bisa diajak kompromi.
Pokoke usai masa exclusive harus mermak body ( FIGHT! FIGHT!FIGHT! )
Ben bisa ikutan poto mesra kayak B n A —-> inspired by them seh
Uhuk-uhuk…

Serunya Mengejar Tetralogi BURU

March 26th, 2008 by rougesanti

Kenal Tetralogi
Buru-nya Pram dari mas Aris.

Kalo huntingnya
udah kemana-mana. Nggak salah kalau buku ini gak mudah didapat.

Terkenal karena
pernah dicekal pada jaman orba dulu.

Bumi Manusia,
Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca

Hunting juga di
beberapa situs-situs Internet, surfing beberapa hari, termasuk ngintip ke
beberapa milis.

Penawaran termurah parkir di angka :

Bumi Manusia  IDR 80.000

Anak Semua Bangsa
IDR 80.000

Jejak Langkah  IDR 91.000

Rumah Kaca IDR 83.000

TOTAL IDR 334.000

Dapet Discount , JADI 284.000, PLUS Ongkos Kirim 25.000.

Harganya IDR 309.000 NET

 

Entah mengapa aku iseng nyanggongi mas Gendut, merayu dikit,
HOREEE, dapet deh buku baru Tetralogi Buru-nya Pram IDR 250.000 PLUS tanpa menunggu,
langsung di tangan….Berpelukan deh sama koleksi baruku. Yummy! Lovely! Hihhi…

Horeeeeeeeeeeeeeee!!!!!

Ini namanya Endang Markonah …..

3 Tahun Berselang - au Mois de Mars

March 24th, 2008 by rougesanti

-Bekson : Sally
Sendiri – Aril Peterpan

 

MaRcH 2006

Masih anget-angetnya kenangan di
Bandung ( January 2006 ) ….

Program berhasil, jadi ilustrasi di
majalah Kabare Jogja, nggak sengaja, kebetulan pas gi tengok mbak Murni and Dr.Yanti.
Masih dengan seragam kebayaku, aku tiba-tiba demen maen di Business Centre. Digging information for IHIK2

Tidak ada pikiran apapun bahwa 2 bulan
kemudian gempa datang, menghancurkan segala hal yang dilewatinya…..Termasuk
tempatku mencari nasi ( dan ketemu suami )

Putus tunangan dengan Acong ( biggest
decision )

Well, il fait muvais mais je suis
content, parce que mon amour

Nggak ada yang
perlu disesali, karena jalannya musti demikian…..

 

 

MaRcH 2007

Lagi getol nge-gym, renang , basket dan
sepak bola. Mencari keringat. Mencari keinginan, memuaskan rasa,
meletihkan raga. Demi…

Tidak ada pikiran
apapun bahwa 2 bulan kemudian aku menikah

Magic book-ku serasa Whish master yang
berbisik “ done! “

 

Nggak ada yang
perlu disesali, karena jalannya musti demikian…..

 

MaRcH 2008

Mengingat…

Mendengarkan…

Merindukan
Bandung…

biar sally mencariku
biarkan dia terbang jauh
dalam hatinya hanya satu
jauh hatinya hanyakukatakan ku takkan datang
pastikan ku takkan kembali
lalu biarkan dia menangis
lalu biarkan dia pergi

sally kau selalu sendiri
sampai kapanpun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis

sally kau selalu sendiri
sampai kapanpun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis

biar sally mencariku
biarkan dia terbang jauh
dalam hatinya hanya satu
jauh hatinya hanyaku

katakan ku takkan datang
pastikan ku takkan kembali
lalu biarkan dia menangis
lalu biarkan dia pergi

sally kau selalu sendiri
sampai kapanpun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis

sally kau selalu sendiri
sampai kapanpun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis

sally kau selalu sendiri
sampai kapanpun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis

sally kau selalu sendiri
sampai kapanpun sendiri
hingga kau lelah menanti
hingga kau lelah menangis

 

Suka banget cuaca pagi ini, mendung,
adem, flamboyant…

Membayangkan duduk di atas Sinkansen
atau TGV ( Train en Grand Vitage ) dengan tujuan bernama Miami, Florida
untuknya……

Hmmm….Love, Life and Mon Reve

Nggak ada yang
perlu disesali, karena jalannya musti demikian…..

Stargazing

March 23rd, 2008 by rougesanti

Lagi-lagi Barack Obama, …
Saban kali liat berita, atau denger, liat atau baca kata itu, pikiranku selalu mampir sebentar. Emboh, kali karena si Bule item itu mirip sama sodara kembarku (hihihi)
Kayaknya aku punya obsesi terpendam agar si om ini jd presiden USA.  Apa sih emangnya kelebihan dia? mmm…kelebihan dia satu-satunya yang selama ini sudah kuakui adalah kelebihan pigmen hitam dia. Ugh!
Dan bersorak gembira saat jeng Hillary "dikhianati" seorang orang terpercayanya…

Trus…
sisi syaraf ingatku yang lain sedang sibuk dengan perjalanan Srintil, Ronggeng Dukuh Paruk yang kena "lampu merah" di hal. 171. Masih macet. Karena ada proyek sibuk jungkir balik di kediaman si emak-emak yang belajar sabar. Emak yang sedang sibuk dengan polah Bram, Monique, Jenni dan the tua’s.

Kenapa tiba-tiba…
Aku juga jadi inget sama seseorang yang pernah bilang "aku seneng mendengar kalau kamu suka jazz", padahal, selain BOY FROM IPANEMA nggak ada lagu yang kuhapal.
Itupun mood kunyanyikan di saat sedang melawan sembelit di wc. Saat dengkul sudah pegel-pegel kelamaan nongkrong. Dan koran di tangan sudah sampai hapal terbaca hingga bagian iklan.

GakSabarGakSabarGakSabar…
menanti next Friday….mengatur strategi perang lagi. January - Maret 2008 telah ( hampir ) lewat, tapi rencana yang bagus gagal. Berantakan. Menyusun lagi dari awal, dan berharap Juni or Juli tahun ini sebagai cikal bakal terwujudnya beberapa planning 2 tahun lalu.

Mungkin juga telat ber-resolusi…

Kondisiku sekarang masih dalam taraf lampu orange: menati/ siap-siap/ hati-hati
Wah, sungguh-sungguh menunggu dan belajar sabar. Sambil menanti, biarlah kuhabiskan beberapa buku yang belum terbaca, sebelom ada godaan berikutnya…
Ugh! Kenapa aku payah begini?! seharusnya semua bisa DONE!

—————————————————————————————————-

t.E.r.P.r.O.v.O.k.A.S.i

March 11th, 2008 by rougesanti

Kemarin…Kemis deh klo gak salah inget

Ke Gramed, cari album foto. Buat foto2 si kecil yang menggunung.
Lalu, iseng cari PARFAIT TIC vol.19, dapet !Eh, "menyasarkan" diri ke rak SASTRA
Ternyata, ketemu deh ama BEKISAR MERAH. Trus kena sihir BELANTIK ( alias BEKISAR MERAH ii )
Beginilah nasib kalo terprovokasi. Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk wis punya, trus tinggal hunting Kerudung Merah Kirmizi.
Tapiiiiiii…
Kayaknya gara-gara ke Gramed, aku naksir buku yang lain deh
Buku serial resep Makanan Pendamping ASI. Dua bulan lagi, si junior dah mulai maem. Jadi ya kayaknya perlu buku resep2 menu buat si kecil.
Jadi merambat dah kebutuhan, perlu blender. BINGUNG.
Yang bagus PHILIPS ato OXONE ya?
( pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiingggggggggggg )

Chelsea Lagi

March 10th, 2008 by rougesanti

Jam tiga bangun, please! mimik aja ya! nenen boleh tapi habis itu meremlah lagi! yang nyenyak, syukur-syukur jam 6 baru bangun!
Mana bisa? mending merem, pol melek lagi jam 4.30. Habis itu? mainan, jejeritan, nendang-nendang…Pokoke wake up every body!
Duh, hujan rintik lumayan kenceng. Dari semalem, kayaknya enak banget tidur dibalik bed cover tebelku. Hm, boro-boro! si kecil malah ngajak main ci luk ba.
Kupeluk EMOH, kasih nenen OGAH, kubedong BERONTAK, diselimuti MERONTA.
Maunya apa sih honeyyyyyyyyyyyyyy?
walah…jangan ci luk ba jam segini dung?
Mama masih ngantuk, kelopak serasa di alteko, kok kamu malah ‘terang benderang’ ngajak maen…..
Pengennya sih pura-pura bobo, tapi apa mau dikata kalau si kecil kentut dan pup seraya mennebarkan aroma yang alamakjaaaaaaaaaaaaaaaa

P1010256

Ladies “ENGKO”

March 5th, 2008 by rougesanti

Anakku…( 4 bulan )

Lucu bikin gusiku kering selalu ( kebanyakan ketawa )
Lagi hobi tengkurep sambil ngenyot jempol. Polahnya luar biasa banyak. Bikin pundak pedes gak ketulungan.
Satu hal yang bikin gemez, dia hobby banget bilang "engko…engko…engko…"
Aku nggak tahu apakah itu first word dia, yang jelas dia kalo ( terutama ) lagi happy sering jerit-jerit bilang " Engko…engko…engko…"
 

P1010088_2

Dscn1728

Img_4133

 

" Engko…engko…engko…"

Kalo boleh kuartikan EnGkO dalam bahasa jawa menjadi NaNti, sering banget aku iseng-iseng nanya:
" Chelsea, kamu kok gak bobo?"
dia sontan menjawab " engko…engko…engko…"
" Wis pengen mimik nenen belum ? "
Dia mringis sambil bilang "engko…engko…engko…"
" Mandi yuk, nak! "
Dia tetep bilang " engko…engko…engko…"
" Chelsea kok lum PUP ?! "
Kekeuh dech si kecil bilang " engko…engko…engko…"

Hihiihihihihihi
Apapun perkataan ato pertanyaanku dijawab " engko ! "
Walah! si kecilku emang bikin gemezzzzzzzzzzzzzzzzzzz

WAs-WaS

February 19th, 2008 by rougesanti

Pikiranku lagi kemana-mana. Konslet otakku, mungkin karena kebanyakan mikir. Dari mikir Barack Obama vs Hillary Clinton, makan Rawon vs lengo klenthik a la Kang Tutu,  mikir telo goreng pesenan, hingga dari perasaan yang meletup-letup lalu ilang tiba-tiba.

Pengen renang…
Pengen lentho…
Pengen terkendali…
Pengen rawon zonder pengamen…
Pengen tempe goreng…
Pengen baca dengan santai…
Pengen garuk-garuk…
Pengen ngobrol sama Daniela dkk…
Pengen kopi…
Pengen Hizkia bahagia…
Pengen berteman denan seseorang di sana…
Pengen dapat Email dari seseorang di sana…
Pengen antri beli maem gak pakai lama…
Pengen omelete, toast 1 slice plus expresso cup kecil…
Pengen langsing…
Pengen beli rumah…
Pengen punya Stream…
Pengen punya perpustakaan…
Pengen sabar…
Pengen bobok…
Pengen dia segera menggenggam mimpinya…
Pengen segalanya menjadi mudah