Anakku Alergi Protein
Awalnya niat mo kasih susu sambung. Dari Nutrilon, Bebelac, Laktogen, Laktona, SGM dll gak bisa. Habis mimik susu, sekitar mulut timbul bercak. Duh sedihnya! Pas mo MPASI pertama, aku kasih bubur susu dari SUN, Promina dan Nutricia di sekitar mulut muncul lagi bercak merah itu. Semula yang kukira alergy Latex nipple dot ternyata ( lagi-lagi ) alergi protein. Agak panik juga. Memberi maem bayi tidak semudah yang kubayangkan. Nggak seperti anak tetangga yang dikasih bubur/ makanan istan pada doyan dan lahap. Si kecilku maunya yang alami, alias bikin sendiri. Itupun pakai aneka gaya. Gara-gara "mruntus" pertama dia ogah banget liat sendok, dot, alat maem dan bau makanan. Hanya nenen yang bikin dia berkejab-kejab ( halah ! )
Setelah kubawa ke Dr.anak di Panti Rapih , kupastikan dia memang alergi protein. Kulihat di internet, ternyata bukan hanya anakku saja yang ngalami alergi
Jadi ibu baru memang musti banyak belajar…
halo... Hampir mirip dengan m' Fera, putriku Kyla (1.4 thn) juga alergi terhadapbeberapa jenis makanan selain protein susu sapi. Kyal ketauannya pas diadah mulai bljr makan di usia 6 bln. Mula2 di pundaknya ada bentol merah,lama2 menyebar ke punggung & perut (alhamdullillah ga ada yang di muka).Setelah ke beberapa dokter spesialis alergi, & sempat juga dites darah,ternyata ya itu mirip spt anaknya m'Fera. Kyla ternyata ga cocok samaprotein susu sapi, kedelai juga ga bisa (jadi tahu, tempe, susu kedelai gaboleh), mkanan or minuman yg mengandung pengawet or pemanis buatan, laluseafood & ikan laut, coklat, kacang tanah, bahkan gandum pun ga cocok. Iniberlaku juga buat ibunya yang masih menyusui pula, jadi saya pun ikutan dietmakanan tsb.
Akhirnya stlh mencari sana sini susu yang cocok, Kyla pun saya beri susuNAN HA smp umur 1 thn, sekarang saya coba susu NAN yang biasa karena sistemimun Kyla juga sudah mulai tahan. Makanan pun Kyla lebih banyak saya berianeka sayur, hati & daging sapi, ikan air tawar saja, blum berani coba yangdia ga boleh, karena sampai sekarang masih sensitif dianya. Yang pastikarena Kyla juga msh nenen meski cuman malem hari aja pas ada saya, saya punmsh tetep jaga makan, krn pengaruh banget lo mbak ke anak klo kitanya salahmakan.
Begitulah pengalaman saya.. .. Semoga membantu..
Cheers may - ibuna Kyla
Saya saat ini memiliki anak perempuan usia 1,5 thn,> saat baru 4 bulan dia tidak minum ASI sehingga saya> berikan susu SGM(Coba2)ternyata pipi kanan dan> kirinya> merah seperti orang yang memakai pemulas pipi, DSA> bilang akan hilang setelah 5 Thn.Dokter memberikan> saran untuk menganti susu formula dengan susu> kedelai,> namun baru beberapa bulan anak saya tidak mau> meminumya karena rasanya yang tidak enak, akhirnya> saya diberikan saran lagi untuk menggantinya dengan> susu NAN 1 dengan Bifidus dari Nestle. Saya coba> konsul ke dokter Spesialis Kulit ternyata anak saya> memiliki bakat alergi pada kulit karena pada setiap> lipatan kulitnya sering mengalami> kemerah-merahan,sehingga saya kasian melihatnya> apalagi ia selalu minta digarukin pada saat malam> hari> yang berakibat pada kulitnya menjadi mengelupas.> Dokter menyarankan untuk tidak memberikan> jenis-jenis> makanan seperti: telur & ayam negeri, keju, es krim,> mentega, ikan laut, coklat,roti, mie, udang. Saat> ini> yang diperbolehkan untuk dimakan adalah : telur &> ayam> kampung, sayur-sayuran, ikan air tawar (mujair,> lele).> memang sulit untuk mengganti menu makanan tapi saat> ini terbukti apabila saya tidak memberikan menu2> yang> dilarang dokter putri saya tidak mengalamui> merah-merh> lagi, dan saat ini ia minum susu Exela Gold dari> Nestle yang alhamdulillah cocok dengan seleranya.> semoga bermanfaat.
Moms......> > Anakku Faya ( 9 bulan ) sudah makan bubur susu> > dan nasi tim saring dibadannya ada bercak2 merah> > besar kecil, dsanya bilang dia alergi protein susu> > sapi.> > Dsanya menganjurkan ganti susu formula Nan HA> 1> > ( dulu susunya Nutrilon )> > Memang agak berkurang bercak merah tp masih> ada,> > akhirnya aku bilang ma susternya makan nasi timnya> > jgn pake kaldu sapi dan jg ngga pake keju.> > Sekarang bercaknya sudah hilang....> > Moms, kira2 ada yang punya pengalaman seperti> > saya ngga? please share donk....> > Apa Faya ngga bisa makan daging sapi ato> produk> > olahan dari sapi ya...?> > Aduh... kasihan donk annakku natinya.....> > Thanx Sebelumnya.....> >> >> > Salam> > Bunda Faya
SeMogA MeNjaDi KaBaR yaNg MeNyEjUkKan
Menjelang, cuti melahirkanku berakhir, aku mulai memperkenalkan susu
formula kepada bayiku. Sebenarnya sih, aku ingin sekali memberi ASI
ekslusif pada bayiku, tapi berhubung produksi ASI ku yang sedikit, mau
gak mau susu formula lah yang nanti akan aku berikan padanya selama
siang hari aku di kantor.
Hari pertama ku beri susu formula biasa. Bayiku masih asing dengan
rasanya, jadi ia masih memilih ASI ku. Tiga hari pemberian susu formula
tersebut, alerginya kumat. Lendir pada saluran pernafasannya bertambah.
Awalnya ku pikir anakku terkene flu. Tapi setelah ku bawa ke dokter,
menurut dokter, anakku alergi terhadap protein susu. Jadi disarankan
untuk terus diberikan ASI atau kalau ingin diberikan susu formula
haruslah susu formula yang "hypoalergenic" (HA) atau susu formula
dengan protein nabati. Untuk itu dokter pun memberikanku daftar nama
susu formula "hypoalergenic".
Sejak itu, mulailah aku memberi bayiku susu formula HA. Mulai dari merk
dengan harga yang murah sampai yang cukup mahal. Bayiku ternyata kurang
suka dengan rasa susu tersebut. Terlihat dari selalu masih tersisa
banyak susu yang ku buat, di botol susunya. Dan setelah ku coba
sedikit, ternyata susunya sedikit pahit, tidak segurih atau semanis
susu formula biasa. Sempet ku tanya pada costumer service produk susu
tersebut. Menurutnya, memang susu-susu berlabel HA rasanya sedikit
pahit. Itu karena protin susu sapi yang dihidrolisis untuk
menghilangkan zat alerinya.
Ya… jadi mau gimana lagi, mau gak mau, bayiku harus terbiasa dengan
rasa susu yang sedikit pahit. Tapi dari beberapa produk susu HA yang
aku coba berikan, bayiku cenderung memilih susu NAN HA. Mungkin terasa
lebih sedikit manis dibanding yang lain kali, walaupun tidak seenak
rasa susu sapi biasa.
NAN HA dikeluarkan oleh produsen susu terkenal, Nestle. Dengan protein
susu yang telah dihidrolisis sehingga kandungan alergen yang ada
didalamnya hilang. Kemasan kaleng NAN HA seperti kemasan susu formula
kaleng biasa, hanya di bedakan dari warna tutup kalengnya yang berwarna
coklat keemasan. Harga 1 kaleng NAN 1 HA 400gr berkisar Rp. 80.000,-
sampai dengan Rp. 84.000,- an, sedangkan untuk NAN 2 HA 400gr harga
sekitar Rp. 78.000,- an. Dengan harga jual tersebut, NAN HA memang
lebih mahal dari produk lain sejenisnya. Walupun mahal, bayiku sudah
memilihnya sebagai susunya.
*****
Anakku juga alergi
susu. Minum NAN HA sejak umur 6 bulanan. Rasanya itu, tidak enak
sekali. Tawar. jauh berbeda dengan susu sapi biasa seperti Nutrilon
Royal, dll. Perkembangan badannya ya, normal2 saja. Sesuai dengan tabel
yang ada di buku perkembangan anak. Awalnya, minum susu ini, anakku
tidak suka. Lama2 biasa. Kalau membandingkan merk, aku tidak pernah.
karena dari dulu ya pakai NAN HA terus. Setelah satu tahun, aku coba
minum susu sapi, Alhamdulillah, alerginya tidak banyak muncul. Akhirnya
ya keterusan pakai susu sapi biasa. [Rn]
Setidak enaknya susu
Nan HA, masih lebih enak dibanding susu kedele, karena Nan HA masih
berasal dari susu sapi. Anakku yang kecil juga minum Nan HA, sampai
saat ini perkembangannya baik-baik saja, kan untuk perkembangan anak
bukan hanya karena susu yang penting makanan lain juga dijaga seimbang.
Jangan lupa kalau anak minum susu kedele sebaiknya mengkonsumsi
suplemen yang mengandung kalsium (ini pesan dokter anakku) [Dm]
Mbak,
sebulan yang lalu, anakku diare, ada 2 mingguan diarenya tidak
berhenti, susu formulanya sudah diencerkan, terus juga aku lebih
memperhatikan makanan yang aku makan (tidak FC lagi), tetap saja dia
masih diare, akhirnya ganti susu pakai yang free lactosa, dari yang
tadinya cair sekali jadi lumayan, tapi belum padat-lembek, seminggu
lebih pakai FL tidak berubah-rubah juga selain pupnya masih 3-4x, terus
aku pakai soya, baru deh pup-nya lebih padat-lembek, dan pupnya jadi
2/sekali sehari, waktu coba soya, aku coba nutrilon karena kebetulan
ada teman yang kelebihan susu dan aku dikasih, baunya itu aduhai
sekali, tidak enak! anakku (5bln) jadi bau kentang kalau habis minum
susu ini, sekarang aku pakai isomil, alhamdulillah, kalau dilihat
bb-nya lumayan banyak naiknya sejak dia diare..6.1 ke 6.8kg dibanding
dengan abangnya, diusia yang sama anakku kurang 400gr, tapi masih masuk
standard kan? [Rh]
Beda S26 & Nan HA, kalau S26 pure susu
sapi, sedangkan NanHA susu sapi yang sudah dihilangkan unsur penyebab
alergi, memang rasanya beda sekali, baunya saja sudah beda sekali.
Kebetulan anaku memang rakus sekali, pertamanya dia juga bingung waktu
aku ganti ke NanHA, tapi berhubung dia rakus jadi dilahap saja. Dulu
cara ganti dari S26 ke NanHA, pertama2 aku kasih 3/4 S26 trus 1/4
NanHA. Kalau anakku sudah tidak mencret, baru aku jadikan setengah2 S26
& NanHA dan seterusnya sampai akhirnya S26 berhenti gantinya jadi
NanHA. [Kt]
Sejak itu, selama aku bekerja di kantor, aku selalu memberikan susu NAN
HA untuk bayiku. Sudah sekitar 4 bulanan lho! Tapi kalo aku ada di
rumah aku tetap memberi bayiku ASI, karena yang susu yang paling baik
untuk bayiku khan, ASI ku, bukan susu sapi.
****
Waktu lahir oleh dokter anak kami dinyatakan memiliki resiko alergi
yang tinggi. Selain karena garis keturunan (suami dan mertua saya
sangat alergi terhadap seafood dan telur) indikasi itu terlihat dari
bercak-bercak merah yang sering timbul dipipinya.
Karena saat itu ASI saya juga bermasalah akhirnya dokter menyarankan
agar kami untuk memberikan susu NAN HA padanya. Waktu itu (tahun 2004)
susu ini sudah relatif mahal yaitu kira-kira Rp 63.000,- per kalengnya.
Saat ini harganya mungkin lebih. Memang terasa berat bagi suami dan
saya untuk memenuhi kebutuhan si kecil dengan memeberikan susu semahal
ini saat itu. Tapi manfaat susu NAN HA sungguh luar biasa. Selama 6
bulan kami memberikan susu tersebut dan selama itu juga kami
menghindarkan anak kami dari protein tinggi (termasuk apapun yang
mengandung susu sapi maupun produk turunannya). Kami mengistilahkannya
‘karantina dari protein tinggi’. Dokter mensyaratkan itu agar kelak
anak kami bisa terbebas dari faktor alergi.
Alhasil, setelah 6 bulan pencernaan anak kami menjadi stabil dan kuat
untuk menerima asupan protein tinggi. Bahkan sekarang anak kami sangat
suka melahap sup seafood tanpa mengalami masalah.
Tidak apa-apa, bersusah susah dulu selama 6 bulan, tapi setelah itu bersenang-senang makan seafood… hihihi :))
Oh ya, untuk para orang tua yang kebetulan mengalami hal yang sama
dengan kami, karena susu ini agak jarang dipasaran maka Nutrilon Soya
dan Isomil Soya juga bisa dijadikan alternatif. Karena keduanya bebas
protein susu sapi. Kalau Nutrilon Soya tidak semahal NAN HA…:P
Kalo Isomil Soya hampir sama mahalnya
FootNote :
Mo tambah ilmu ?
Klik ini wae >> http://www.freewebs.com/mama_ais/artikelsehat.htm
http://202.158.39.26/?show=isikonsul&konsul=anak&kode=661&tbl=konsul_anak&startnews=100