Archive for January, 2008

S.H.O.C.K.E.D.

Thursday, January 31st, 2008

Wah gemblung!

Terkaget-kaget liat pic di dinding luar ruang kerja si Mr.Klenner. Nah, ini baru namanya penampakan. Siapakah rambut cepak, mrengez di depan ayunan itu? Kilatan dari blitz kamera si Boy menghasilkan siluet demit yang bikin kaget aku.
Walah, serem banget tuh!^^

Hm….
Wah, kenapa tidak ada yang bilang ttg uka-uka itu? ( WUUU, Dasar! padahal sebenernya banyak yang bilang, akunya wae sok mafum. Sok manggut-manggut. Dimengerti-mengertiin, padahal? angin lalu. Giliran liat sendiri terkejut 5.9 SR

Hui..Hui…Hui….
PR Nih…! mententramkan batin dari rasa terkejut yang sebenarnya musti disadari dan bukan hanya dicueki
Walah! ( Hiks, jadi inget saat Ary, Rina, ma mbak Ninik mentertawaiku ???!!! )

Namanya Mbah Yem

Sunday, January 27th, 2008

* Namanya Mbah Yem *

Sosok kecil sebahuku, kurus, rambut putih, keriput sudah disana-sini, tapi tetep lincah dengan menanggung 5 anaknya yang dua di antaranya hobby bengong.
Bagiku, mbah Yem adalah penyelamat, malaikat yang diturunkan Tuhan buatku si Schmiddlen kecil. Bagaimana tidak, saban habis imunisasi dia selalu menghebohkan seluruh kampung, tangisnya luar biasa menyayat, menahan sakit dan bengkak di paha. Dan, hadirnya mbah Yem adalah segalanya bagiku, karena hanya dengan mbah Yem, si kecilku bisa diam dalam peluknya meski aroma mbah Yem tidak bisa dikata menyejukkan. Tapi ketulusan dan kedamaian jiwa seorang mbah Yem bisa dirasakan si Schmiddlen kecil. Dia tertidur. Duh Tuhan, terima kasih Kau hadirkan mbah Yem saat aku memerlukan.

Dedicate for : mbah Yem, nenek Tua seberang rumah yang tidak letih berjuang